This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Launching the Portable Waterless Diffuser on July 2023.

Pilihan Terbaik adalah Selaras dengan Alam

Reuse, recycle, and upcycle - semuanya merupakan langkah penting untuk menyelamatkan alam dan membuat masa depan yang sustainable, namun mana yang lebih baik?

Ada perbedaan besar antara maksud dari istilah reuse dan recycle, tetapi terkadang orang awam (orang yang tidak memiliki pengetahuan mendalam tentang ramah lingkungan dan sustainability) masih bingung karena hampir mirip. Ditambah ada istilah upcycle, yang membuat lebih membingungkan lagi.

Upcycle terdengar sama recycle bukan? Apalagi di bagian cycle-nya sama, tapi artinya, tidak persis sama. Oke, jadi upcycle sama saja dengan reuse? Pengertiannya hampir sama tapi cara menerapkannya beda, nah loh!

Apa sih sebenarnya reuse, recycle, dan upcycle? Mana yang lebih baik untuk lingkungan? Nah, buckle up, karena kita akan membicarakan semuanya di sini.

 

Dari Pengertiannya

 

Reuse berarti menggunakan Kembali barang/limbah tanpa membuang, membongkar, atau membuatnya menjadi sesuatu yang baru. Reuse hanya mengubah fungsi kegunaan barangnya tanpa menghilangkan bentuk awalnya. Misalnya botol kaca bekas dimanfaatkan kembali menjadi vas bunga, atau bahkan dimanfaatkan kembali menjadi wadah minuman. Pakaian lama digunakan sebagai lap untuk membersihkan lantai.

Recycle berarti membagi barang-barang yang seharusnya dibuang ke tempat sampah dan diubah menjadi bahan baku baru untuk kegunaan yang berbeda. Contohnya, kertas koran bekas, dirobek dan diolah kembali menjadi kertas kosong. Atau sisa makanan di-recycle menjadi kompos.

 

Sementara upcycle adalah is a little bit of both worlds. Upcycle bisa menggunakan kembali tetapi limbahnya diubah menjadi sesuatu yang baru. Upcycle berarti proses mengubah sesuatu yang lama atau dipecah menjadi sesuatu yang baru dan fungsional, namun tetap mempertahankan bentuk aslinya. Misalnya, merusak pintu, disulap menjadi meja makan, atau membuat tas dari bekas bungkus minuman atau dari majalah bekas yang di anyam.

 

Usaha yang sudah dilakukan oleh GoodVibes

 

Goodvibes sudah mulai melakukan proses reuse, recycle, dan upcycle secara perlahan dan bertahap untuk melestarikan alam dan bumi. Berikut ini upaya yang sudah dilakukan:

  • Upaya untuk Reuse yang dilakukan oleh GoodVibes adalah seperti menggunakan tempat makan dan tempat minum yang bisa diisi ulang, menggunakan tote bag untuk berbelanja, memakai ulang kardus-kardus dan bubble wrap untuk mengemas.
water bottle

 

box and bubble wrap
  • Sedangkan untuk recycle, Goodvibes melakukan Gerakan yang Bernama Litterrelief untuk menukar botol-botol bekas produk GoodVibes dari pelanggan yang sudah kosong untuk di daur ulang, selain itu GoodVibes bekerja sama dengan Olah Plastic untuk membuat sisir dari limbah plastic yang di daur ulang.
soap
comb

 

  • Terakhir, usaha GoodVibes untuk melakukan Gerakan upcycle adalah dengan melakukan kerja sama dengan Popsiklus untuk membuat tas-tas upcycle terbuat dari karto susu yang dipercantik. Usaha terbaru yang sedang dilakukan oleh GoodVibes untuk menerapkan recycle dan upcycle adalah dengan bekerja sama dengan salah satu GoodCircle, yaitu Salam Rancage, untuk membuat tas anyaman terbuat dari kertas majalah bekas untuk digunakan sebagai hampers di hari-hari besar nanti.
a pouch
woven paper bag

 

Mana yang lebih baik?

 

Menentukan mana yang lebih baik antara reuse, recycle dan upcycle, tergantung dengan berbagai faktor, seperti barang tertentu, kondisi bahan, dan tujuan penggunaan.

Secara umum, reuse, atau menggunakan kembali suatu barang adalah pilihan yang paling ramah lingkungan karena tidak memerlukan sumber daya atau energi tambahan untuk mengubah barang tersebut menjadi sesuatu yang baru. Dengan menggunakan metode reuse, dapat mencegah sampah menjadi limbah dan mengurangi kebutuhan akan barang baru untuk diproduksi.

Recycle juga penting untuk mengurangi limbah dan melestarikan sumber daya. Tetapi, recycle membutuhkan lebih banyak energi dan sumber daya dibandingkan dengan menggunakan kembali suatu barang. Plus, tidak semua bahan dapat didaur ulang, dan proses recycle juga dapat menimbulkan polusi.

Upcycle adalah pilihan lain yang bisa lebih berkelanjutan daripada recycle karena melibatkan pengubahan bahan menjadi produk baru dengan nilai atau kualitas lebih tinggi serta membantu mengurangi limbah. Upcycle biasanya membutuhkan lebih banyak kreativitas dan keterampilan daripada reuse atau recycle, dan sama seperti recycle, tidak semua bahan bisa digunakan di proses upcycle.

Kesimpulannya, masing-masing metode ini dapat efektif dalam mengurangi limbah dan menghemat sumber daya, dan opsi terbaik bergantung pada item tertentu, kondisi material, dan tujuan penggunaan

Cart

No more products available for purchase

Your cart is currently empty.