This site has limited support for your browser. We recommend switching to Edge, Chrome, Safari, or Firefox.

Enter GOODSTARTSHERE on the check out and enjoy our 10% off treat.

AROMATHERAPY ITU BERBAHAYA

Loh kok bisa sih aromaterapi berbahaya? Ini kan natural. Organik malah. Kerap kita dengar kebingungan seperti ini dikalangan pengguna aromaterapi. Yuk, simak kenapa aromaterapi bisa berbahaya.

Poison is in everything, and no thing is without poison. The dosage makes it either a poison or a remedy. – Paracelsus

Dosis Yang Tepat adalah Koentji.

Ya betul, dosis yang tepat lah yang membedakan antara racun dan obat. Pernah dengar donk, yang namanya; over dosis? Demikian pun dengan essential oil atau aromaterapi, dosis memegang peranan penting banget untuk memastikan penggunaan aromaterapi bisa tepat guna.

Substansi yang lebih umum seperti air atau garam pun memiliki risiko merugikan bisa dikonsumsi pada jumlah yang kurang sekali ataupun lebih sekali.

Risk need to balanced with benefit, If the substance at has caused at least one known allergic reaction was forbidden in personal care products, and if every essential oil was used at a level that present zero risk , there might be no benefit at all. – Robert Tisserand

Memahami Perbedaan antara Bahaya dan Risiko

Bahaya = Apa pun yang dapat menyebabkan kerusakan

Risiko = Peluang seseorang dapat dirugikan oleh BAHAYA

RISIKO = BAHAYA + PAPARAN + FAKTOR PENGGUNA

Paparan dapat dibedakan menjadi kriteria berikut;

  • Toksisitas Zat, semakin tinggi potency sebuah substansi semakin besar risikonya.
  • Pengenceran atau Dosis Penggunaan, semakin baik pemahaman akan penggunaan dosis yang tepat semakin besar manfaat therapeutic yang efektif didapatkan.
  • Durasi Penggunaan, ini yang paling sering misleading. Terutama untuk diffuse aromaterapi. Banyak yang mempraktikan untuk penguapan sepanjang hari. Padahal aromaterapi bekerja sama saja atau bahkan lebih baik dengan durasi pendek dan berjeda.
  • Frekuensi Penggunaan, adalah kurang tepat untuk menggunakan aromaterapi sesering mungkin, penggunaan yang sesuai dosis dan frekwensinya akan lebih memberikan manfaat dibandingkan frekwensi yang terlalu sering atau terlalu jarang.

Faktor Risiko Pengguna dapat dikenali dengan kualifikasi berikut:

  • Usia, ada bayi dan anak anak dan juga lansia yang masuk dalam kelompok lebih berisiko.
  • Kehamilan, tidak banyak riset dan informasi yang dapat diandalkan tentang risiko aromaterapi pada kehamilan, tapi disarankan untuk berhati-hati untuk menghindari risiko yang tidak perlu pada janin yang sedang berkembang.
  • Status Kesehatan, tentunya vitalitas kesehatan seseorang berpengaruh sangat besar terhadap ketahanan yang bersangkutan dalam mengelola risiko dan paparan.
  • Pekerjaan, misalnya pekerjaan yang memungkinkan terkena paparan diambang aman akan lebih berisiko dibandingkan dengan orang orang yang secara pekerjaan tidak membutuhkan

Keajaiban Bernama: Therapeutic Window

Therapeutic Window adalah ruang antara dosis terapi efektif dan dosis tidak berbahaya tertinggi yang diketahui.

Misalnya kita menginginkan manfaat relaksasi dari aromaterapi, maka kita perlu memahami berapa lama durasi diffuse yang efektif dan berapa besar dosis essentia oil pada larutan air, untuk mendapatkan manfaat relaksasi tersebut secara optimal.

Beberapa essential oil memiliki Therapeutic Window yang sangat lebar seperti lavender oil dan beberapa sangat sempit seperti lemongrass oil.

Iya betul, lemongrass itu cukup berisiko apabia digunakan berlebihan.

Dan keberadaan GOODVIBES sejatinya adalah menghadirkan produk aromaterapi dengan membuat produk praktis dengan dosis dan aplikasi yang tepat guna - yang efektif dan aman digunakan dalam jangka panjang. – Gina Priadini, GOODVIBES Founder

Formula dan penggunaan yang Cermat

Diperlukan kecermatan antara sikap berhati-hati (bisa mengorbankan efek yang diinginkan), dan memahami tujuan kreasinya dengan mengelola risiko yang kita ambil untuk mencari manfaat yang maksimal.

Ukuran therapeutic window tergantung pada substansi, cara aplikasi serta individu yang bersangkutan. Untuk itu kita perlu memiliki pemahaman yang memadai kenapa ada risiko untuk beberapa kelompok orang yang tidak dikategorikan risiko terhadap kelompok lainnya?

Faktor Risiko Pengguna

Berikut ini adalah kelompok pengguna yang memiliki risiko lebih besar dibandingkan kelompok lainnya:

Bayi usia 0-12 bulan

Alasan: Anak-anak kecil tidak dapat menangani minyak esensial dalam dosis yang lebih besar, karena metabolisme hati mereka belum sepenuhnya berkembang. Dengan berat badan rendah, dosis yang sesuai (jika ada) jauh lebih kecil daripada untuk orang dewasa

Anak anak secara umum

Meskipun tidak rentan seperti bayi baru lahir dan bayi, menggunakan minyak esensial dengan anak-anak dari segala usia hingga 14/15 membutuhkan perawatan dan kehati-hatian khusus.

Ibu Hamil dan Menyusui

Tidak banyak data keamanan yang dapat diandalkan tentang kehamilan, jadi disarankan untuk berhati-hati untuk menghindari risiko yang tidak perlu pada janin yang sedang berkembang.

Ibu menyusui perlu mewaspadai risiko pada bayinya.

Orang Lanjut Usia

Perhatian diperlukan karena berkurangnya skin barrier, dan juga potensi reaksi silang dengan obat-obatan.

Tapi disisi lain, manfaat aromaterapi yang nyata bisa dijadikan pertimbangan untuk mengelola faktor risikonya.

Besar harapan kami tulisan ini memberikan perspektif baru dalam menggunakan aromaterapi dengan manfaat terbaiknya.

Cart

No more products available for purchase

Your cart is currently empty.